Kini pijakan telah berpindah ketinggian
Tanah, tak lagi beraroma serupa
Dan kami pun kembali
Mencoba memetik arti dari sebuah pemberhentian
Apa yang diputuskan berubah menjadi sesuatu yang dipertanyakan
Sementara apa yang diragukan berubah menjadi sesuatu yang kembali diperhitungkan
Berita demi berita datang tak peduli keadaan
Yang satu menghembuskan angin segar dalam pantulan bayang pada cermin, sedang yang lain bagai ombak menderu menghantam karang
Udara, tak lagi dimiliki oleh kami
Keterikatan pada sebuah sanggahan membuat kami kehilangan seluruh daya kompetensi
Sinkronisasi terhadap kontak pikiran yang terjadi menimbulkan penekanan tinggi pada syaraf
Dan mata, kehilangan kendali atas titik api yang kian meredup
Kemudian realita berganti imaji
Nyata tak ada beda, tergantung seberapa kuat gelombangnya
Lalu mimpi, lalu harapan, kembali terpajang di langit-langit ruang asa
Menanti capaian dalam kurun waktu tak terhingga
